Halo sobat biologi, kali ini saya bagiin buat kalian laporan bioteknologi Isolasi DNA, semoga bermanfaat, eits ingat jangan asal copas.. okeyyy....
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengembangan ilmu
pengetahuan tak henti-hentinya terus berlanjut dan berkembang hingga sekarang
ini. Terkhusus pada dua bidang penting bagi keberlangsungan dan kesejahteraan
makhluk hidup secara umum dan pada manusia secara khusus. Bidang tersebut adalah kesehatan secara umum dan
khususnya dalam bidang biologi teknologi untuk mempelajari rahasia-rahasia yang
belum terungkap oleh ilmu pengetahuan tentang struktur tubuh manusia mulai dari
sistem organ hingga masuk ke rana rekayasa genetika.
Bioteknologi sendiri dibagi ke dalam dua kelompok
yaitu, bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern. Bioteknologi
konvensioanl merupakan bioteknologi yang lebih menekankan penggunaan bakteri
atau jamur sebagai mikroorganisme yang berperan dalam proses fermentasi sehingga
diperoleh hasil yang diinginkan. Sedangkan bioteknologi modern lebih menekankan
adanya unsur-unsur rekayas genetik serta penggunaan teknologi-teknologi modern
lainnya.
Pada praktikum kali ini, akan dilakukan proses
ekstraksi DNA atau lebih tepatnya proses ekstraksi kromosom pada beberapa bagian
dari tumbuhan. Walaupun praktikum kali ini melibatkan DNA atau ektraksi DNA,
namun tidak serta merta dikatakan sebagai bioteknologi modern. Proses ekstraksi
kromosom ini masih digolongkan sebagai bioteknologi konvensional dikarenakan
metode yang digunakan masih menggunakan metode sederhana dengan bantuan
alat-alat dapur dan sebagainya.
Praktikum ini penting untuk dilakukan sebagai
keterampilan dasar dalam bioteknologi terutama yang berhubungan DNA. Hal
tersebut tentunya akan mendukung proses belajar mengajar seseorang dalam
membahas tentang DNA terutama seseorang yang berada dalam dunia pendidikan.
Selain hal itu, keterbatasan alat untuk melihat DNA secara rinci adalah alasan
yang tepat guna untuk mempelajari cara ekstraksi DNA dengan metode
konvensional.
B. Tujuan
Untuk mengetahui
cara ekstraksi kromosom dengan baik dan benar menggunkan metode konvensional.
C. Manfaat
Praktikan
mengetahui cara ekstraksi kromosom dengan baik dan benar menggunkan metode
konvensional.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Aplikasi bioteknologi sesungguhnya telah berlangsung cukup lama,
dalam peradapan manusia; seperti upaya produksi antibiotik, fermentasi, alcohol,
pangan dan teknologi pengolahan limbah ; yang kesemuanya dapat dikelompokan ke dalam biteknologi konvensional. Tetapi
mengapa nampaknya biteknologi baru saja berkembang pada kurun abad ke dua puluh ini. Karena secara
implisit yang dimaksud
bioteknologi adalah biteknologi modern, yang intinya adalah rekayasa genetik, dengan
teknik gen kloning yang berkembang berdasar penemuan struktur dan fungsi DNA
oleh Watson dan Creck (Nurcahyo,2011).
DNA
dapat diperoleh dari suatu makhluk hidup
dengan suatu proses ekstraksi, sehingga memudahkan untuk mengidentifikasi DNA
yang disebut proses isolasi DNA. Ada tiga langkah utama dalam ekstraksi DNA,
yaitu perusakan dinding sel (lisis), pemisahan DNA dari bahan padat seperti
selulosa dan protein, serta pemurnian DNA. Melalui proses tersebut DNA
dipisahkan dari komponen seluler lain seperti protein, RNA (Riboksi nukleat acid), dan lemak
(Langga, 2012).
Menurut (Clark,1997) dalam Yulianti (2006) Isolasi
DNA merupakan teknik yang penting dalam pengembangan ilmu ini. Derajat
kemurnian dan kualitas dalam isolasi DNA sangat mempengaruhi hasil yang akan diperoleh. Secara umum, prosedur
ekstraksi yang baik untuk isolasi DNA mencakup tiga hal penting, yaitu harus
bisa dihasilkan DNA dengan kemurnian yang tinggi, DNAnya harus utuh, dan
jumlahnya mencukupi (konsentrasi tinggi).
Pengenalan isolasi DNA sangatlah penting,
mengingat bioteknologi pada akhir-akhir ini semakin maju. Terlebih untuk bidang
biologi molekuler. DNA adalah asam nukleat yang mengandung materi genetik dan
berfungsi untuk mengatur perkembangan biologi seluruh bentuk kehidupan secara
seluler. Isolasi DNA terhadap kopi arabika wamena dianggap penting sebagai langkah
awal dalam mengenali profil pita DNA. Namun, yang menjadi kendala adalah
terkadang dalam melakukan isolasi DNA, ditemukan DNA yang memiliki kualitas dan
kuantitas yang rendah (Mawardi, 2016).
Isolasi DNA merupakan langkah
awal prosedur kerja dalam genetika molekuler. Prosedur ekstraksi DNA dari jaringan
tanaman, pertama diawali dengan penghancuran
dinding sel untuk mengeluarkan isi sel. Cara yang lazim dilakukan untuk menghancurkan jaringan
tanaman adalah dengan membuat sel-sel dalam keadaan dehidrasi atau dengan membekukan
jaringan tanaman segar menggunakan es kering atau nitrogen cair. Jaringan yang sudah getasini kemudian digerus
sampai menjadi serbuk. Selanjutnya DNA harus dipisahkan dari isi sel yang
lainnya agar
bercampur dengan buffer ekstraksi. Hal ini umum dilakukan dengan menggunakan deterjen,
misalnya sodium dodecyl sulphate (SDS) atau cetyl trimethyl ammonium bromide (CTAB).
Tahap akhir, DNA harus dimurnikan dari senyawa-senyawa non-DNA lainnya, seperti
RNA, protein, polisakarida, metabolit sekunder dan sebagainya (Hala, 2016).
Pemecahan sel
merupakan langkah penting dalam isolasi DNA. Jalan untuk memecah sel bisa dilakukan
secara kimia, mekanik atau enzimatik. Prosedur yang paling baik untuk membuka
sel adalah secara kimia atau enzimatik untuk mendapatkan DNA yang utuh. Pada metode dengan
menggunakan detergen komersial kita memasukkan bahan tanaman ke dalam detergen pada
saat bahan tersebut dihancurkan. Karena pada saat penghancuran, sel-sel yang
lepas akan segera rusak membrannya karena aadnya detergen. Dan DNase akan
segera dinonaktivkan. Selain waktunya lebih cepat, diharapkan dengan perlakuan
seperti ini akan dapat mengurangi tingkat kerusakan DNA (Yulianti, 2006).
Isolasi DNA
memiliki beberapatahapan, yaitu: (1)Isolasi sel; (2)Lisis din-ding dan membran
sel; (3)Ekstraksi dalamlarutan; (4)Purifikasi; dan
(5)Presipitasi.Prinsip-prinsip dalam melakukan isolasiDNA ada 2, yaitu
sentrifugasi dan presi-pitasi. Prinsip utama sentrifugasi adalahmemisahkan
substansi berdasarkan beratjenis molekul dengan cara memberikangaya sentrifugal
sehingga substansi yanglebih berat akan berada di dasar, sedangkansubstansi
yang lebih ringan akan terletakdi atas. Teknik sentrifugasi tersebutdilakukan
di dalam sebuah mesin yangbernama mesin sentrifugasi dengankecepatan yang
bervariasi, contohnya 2500rpm (rotation per minute) atau 3000 rpm (Faatih,
2009).
BAB
III
METODOLOGI
PRAKTIKUM
A. Waktu
dan Tempat
Hari/Tanggal :
Rabu, 28 Desember 2016
Waktu :
Pukul 16.00 s.d. 17.30 wita
Tempat :
Lab Lt III jurusan Biologi FMIPA UNM
B. Alat dan
Bahan
1. Alat
a. Tabung reaksi
b. Pisau
c. Pipet 5 ml
d. garpu
e. gelas beaker 250 ml
f. mortal
g. saringan
2. Bahan
a. Tumbuhan (daun mangga,
daun bayam, daun alpukat, buah pisangÂ)
b. Es serut
c. NaCl 3 gr
d. Detergen
e. Etanol 95 % dingin
C. Prosedur
kerja
1.
Pilihlah buah yang masak dan potong dengan
pisau,keluarkan isinya dengan menggunakan garpu dan simpan gelas beaker 250 ml.
Kalau pada daun harus ditumbuk halus dengan menggunakan mortal
2.
Tambahkan 3 gram NaCl yang telah dilarutkan, kemudian
tambahkan 10 ml detergen, buat sampai volume 100 ml dengan menambahkan air
3.
Campurkan dan aduk dengan garpu sampai benar-benar
tercampur dan kemudian disaring kemudian disimpan cairan yang telah disaring
tersebut
4.
Biarkan beberapa menit kemudian isi sebanyak 6 ml cairan
tersebut ke dalam tabung reaksi.
5.
Tambahkan 9 ml etanhol dingin pada bagian bawah tabung
reaksi dan tunggu beberapa menit untuk presipitasi DNA sampai terdapat dua
bagian yang terpisah oleh etanol dan bagian yang berwarna putih.
6.
Bagian yang putih dipindahkan ke tabun reaksi yang lain.
Ini merupakan DNA hasil ekstraksi.
BAB IV
HASIL DAN PENBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
No
|
Nama Sampel
|
Gambar Pengamatan
|
Reaksi
|
1
|
Strawberry
|
(+)
terbentuk spindle
|
|
2
|
Pear
|
(-)
Tidak terbentuk spindel
|
|
3
|
Kiwi
|
(+)
terbentuk spindle
|
|
4
|
Anggur
|
(+)
terbentuk spindle
|
|
5
|
Jeruk
|
(+)
terbentuk spindle
|
|
6
|
Pepaya
|
(+)
terbentuk spindle
|
|
7
|
Buah Naga
|
(+) terbentuk
spindle
|
B.
Pembahasan
Berdasarkan hasil praktikum,
diketahui bahwa 6 dari 7 ekstrak tumbuhan yang digunakan sebagai sampel
berhasil diekstraksi kromosomnya. Hal ini nampak terlihat dengan adanya
benang-benang spindel yang melingkar berbentuk cincin dipermukaan sampel. Sedangkan
pada sampel yang gagal atau belum berhasil, yaitu pada buah pear dimana tidak
nampak adanya benang spindel yang melingkar di atas permukaannya.
Untuk proses ektraksi
kromosom telah dijelaskan dengan rinci oleh Surzycki (2000) dalam Yulianti (2006) dimana pemecahan
sel merupakan langkah penting dalam isolasi DNA. Jalan untuk memecah sel bisa
dilakukan secara kimia, mekanik atau enzimatik. Prosedur yang paling baik untuk
membuka sel adalah secara kimia atau enzimatik untuk mendapatkan DNA yang utuh.
Pembukaan sel secara mekanik seperti sonikasi, penggilingan, dan pemberian
tekanan tinggi tidak dapat digunakan untuk preparasi DNA, karena dapat memotong
DNA menjadi potongan-potongan kecil. Metode yang baik adalah menggunakan
detergen (secara kimia) dan/atau secara enzimatik. Detergen dapat melarutkan
lemak dalam membran sel, sehingga sel bisa lisis. Selain itu, detergen ini
dapat menghambat DNase yang dapat merusak DNA dan dapat mendenaturasi protein,
sehingga protein dapat dihilangkan dari larutan. Biasanya sel tumbuhan tidak
dapat dirusak hanya dengan menggunakan detergen. Untu melisiskan sel dapat diberikan perlakuan
dengan enzim, sehingg membran sel dapat berinteraksi dengan detergen. Dinding
sel tumbuhan dapat dihilangka dengan enzim untuk menghilangkan selulosa
yang terdapat di dalam dinding sel. Namu
penggunaan enzim ini mahal dan memerlukan banyak waktu, sehingga untuk
sel tumbuhan dapat diganti dengan penggerusan dengan menggunakan pestle atau blender.
Penggerusan yang dilakukan tidak boleh terlalu kuat, karen dapat memotong DNA.
DAFTAR
PUSTAKA
Faatih, M. 2009. Isolasi Dan Digesti Dna
KromosomIsolation And Digestion Of Chromosomal Dna. Jurnal
Penelitian Sains & Teknolog. 10 (1).
Hala, Yusminah dan Hartono. 2016. Penuntun Praktikum Pengantar Bioteknologi.
Makassar: Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Makassar.
Langga, Indah Fajarwati., Muh. Restu dan
Tutik Kuswinanti. 2012. Optimalisasi Suhu dan Lama Inkubasi dalam Ekstraksi DNA
Tanaman Bitti (Vitex Cofassus Reinw) serta Analisis Keragaman Genetik dengan
Teknik RAPD-PCR. Jurnal Sains &
Teknologi,12 (3) : 265 – 276.
Mawardi, Arsyam &
Simonapendi, Maria L. 2016 Uji
Efektivitas Metode Isolasi DNA Genom
Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Asal Kabupaten Jayawijaya. JURNAL BIOLOGI PAPUA ISSN: 2086-3314 Vol 8
Nurcahyo, Heru. 2011. Diktat Mikrobiologi. jurusan Pendidikan Biologi FMIPA UNY.
Yogyakarta.
Yulianti,
Evy. 2006. Pengembangan Teknik Isolasi DNA Tumbuhan Menggunakan Detergen Komersial. Jurusan
Pendidikan Biologi FMIPA UNY: Yogyakarta.
0 Response to "LAPORAN PRAKTIKUM BIOTEK ISOLASI DNA"
Post a Comment